Namun, mereka coba menggambarkan kalau motor ini, untuk model yang bebek, diposisikan seekonomis mungkin. Harganya pun coba disandingkan dengan bebek yang ada sekarang, di kisaran Rp 12 juta. Tujuannya untuk menarik konsumen pengguna harian, antara lain sebagai motor operasional.
"Pertanyaannya, apa yang membuat orang tidak membeli? Punya bebek Rp 12 juta-Rp 15 juta, saya kasih ni sekarang dengan harga yang sama. Purna-jual dijamin 3 tahun. Tinggal isi listrik. Secara ekonomi sudah pasti lebih murah daripada bensin," kata CEO Garansindo Group Muhammad Al Abdullah.
Motor listrik Garansindo sendiri akan segera dimunculkan dalam bentuk prototipe. Ada banyak keunggulan yang sesuai dan akan ditawarkan jika motor ini terealisasi. Misalnya, jika tidak sempat isi ulang baterai di rumah, baterai bisa diisi ulang di gerai semacam Indomaret atau Alfamaret atau seperti isi ulang air galon. Baterai kosong ditinggal dan ditukar yang sudah diisi.
Sepeda motor listrik ini digarap Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya tersebut rencananya akan diperlihatkan dalam acara Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015.
Komponen motor ini yang dibuat di Indonesia cukup signifikan, yaitu konsol modul-nya, motor listrik penggeraknya, battery management system atau BMS, hingga rangka. Sementara itu, baterai masih diperoleh secara impor.
source : otosia
Post a Comment
Please, Comment here..